
Pengurus S3 di rumah Ketua Presedium Rainal Rais
Sesuai rencana rapat lanjutan di Bank Nagari Blok M sebulan lalu. Pengurus Presedium S3 melanjutkan silaturrahmi di rumah Ketua Presedium Rainal Rais di Jl. Pejaten Barat II, No 29 Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Pebruari 2009.
Sambutan pembuka dari tuan rumah Rainal Rais, bahwa sejauh ini pemerintah dan perantau di manasaja berada yang sudah diminta pendapatnya untuk mengenai S3, pada prinsipnya semuanya mendukung kehadiran S3.
Kita S3, kata Rainal, sifatnya mendukung program pemerintah di samping menjalankan apa yang telah kita programkan sendiri dan target kita adalah membangun nagari-nagari. Kita lakukan hubungan yang baik antar nagari.
Untuk menjalankan organisasi ini, kita kumpulkan tokoh-tokoh muda dari daerah masing-masing untuk menjalankan S3 ini, karena kita yang tua-tua tidak selincah yang muda-muda. Namun kita yang tua-tua tetap semangat mendorong yang muda-muda itu.
“Keakraban ini perlu kita pertahankan untuk jalannya organisasi,” ujar Rainal.
Sekjen Muchlis Hamid, 29 Februari 2009 ini punya program untuk berkumpul bersama pengurus lengkap S3 untuk membicarakan pelaksanaan program jangka pendek 6 bulan.
Program Pertama, mengumpulkan IKA-IKA Solok di mana saja berada termasuk luar negeri.
Porgram Kedua, pendidikan yang sedang menyusun program prakti yang dikaji Prof. Asmaniar Z Idris.
Sesepuh Azwar Anas menyampaikan beberapa hal. Pertama, masalah sekretariat. Sekretariat ini harus diutamakan terlebih dahulu, tanpa sekretariat tidak akan berjalan organisasi. Dengan artikata Sekjen harus kuat.
Kedua, pedagang-pedagang asal 3 Solok di Seluruh Indonesia harus di data dan dikumpulkan. Di pasar-pasar harus ada S3. Ini harus diinventarisir, sasarannya di rantau. Kalau yang di daerah kita tidak akan menggurui pemerintah daerah tapi kita Tut Wuri Handayani. Yang akan diiventarisir jasa dan perdagangan, dengan dasar ini S3 bisa dikembangkan.
Ketiga, kita harus siapkan regenerasi, untuk itu harus dikumpulkan anak-anak muda asal ketiga Solok.
Keempat, S3 harus membantu program pemerintah bukan pemerintah yang membantu S3.
Kelima, Universitas Mohammad Yamin harus dikembangkan bersama utnuk program pendidikan S3. Selain itu juga mengembangkan pendidkikan D3 mensupport Pendidikan yang utama D3 Taman kanak-kanak, Pendidikan untuk anak-anak untuk SDM berkualitas ini harus dimulai dari awal. Kemudian pendidikan Kesehatan.
Keenam, Bidang Agrobisnis : Pertanian, marketing (Penjualan hasil pertanian) dan financing (BPR untuk mendukung pertanian). Seperti jagung.
Kesimpulannya, kata Azwar, Bidang program kerja yang akan dimantapkan Jasa, Perdagangan, Pendidikan dan Kesehatan. Setelah menyampaikan pesan ini Bapak Azwar Anas pamit dan menuju Thailand yang akan melihat kegiatan Agribisnis di Thailand bahwa pemerintah Thailand membuat Jasa Pupuk Organik dari Ampas Tebu.